10 Desember 2010

Tentang Sebuah Rasa



Hari ini aku bisa bertemu dengannya lagi
Dia yang beberapa hari ini ku rindukan,
Yang sempat menguasai ruang pemikiranku….

Aku yang sangat merindukannya…
Terherankan ketika berada di dekatnya
Aku menjadi lupa akan segala-segalanya,
Baik itu kesedihan maupun kewajiban-kewajiban yang selama ini ku tinggalkan,
aku sadar, adakalanya itu baik, ada kalanya pula itu malah membuatku kelabakan ketika dia menghilang dihadapku

Ya Allah jagalah hamba dari rasa yang membingungkan ini…
Rasa yang tak pernah aku mengerti
Rasa yang diam-diam telah menggerogoti diri
Tapi aku tak ingin rasa ini mati
Biarkan aku belajar dan mengerti dengan perjalanan hidup yang akan ku nikmati...
Ya Rabb Ajarkan aku tentang kedewasaan
Mungkin inilah caraMu mengajarkanku...
(Di malam-malam aku bersamanya)

Surat Untuk Ukhtiku


Ukhti Jangan Menangis [Surat Untuk Ukhtiku]

Apa kabar ukhti? Aku yakin, ukhti akan selalu dalam kondisi prima. Karena pikiran positif ukhti yang hebat dapat menyingkirkan kesedihan dan jutaan tekanan.

Ukhti..
Tahukah hal spesial yang kau miliki? Sungguh, aku melihat senyummu hari ini begitu menyejukkan, menggetarkan jiwa dan menghangatkan hati tiap insan di seluruh dunia. Kau bisa membius jutaan manusia dengan semangat tinggimu, idealismemu dan keteguhan cita-citamu. Dan, karena itulah aku mencintaimu.

Ukhti..
Aku selalu merindukanmu. Karena engkau begitu istimewa. Kau pandai tersenyum, pandai menyiram hati-hati yang resah, dan engkau memiliki semangat hidup yang tinggi! Kau begitu tegar juga istiqomah. Dan, aku akan selalu mencintaimu. Cintaku padamu seperti sang surya yang tak akan redup menyinari bumi. Dan bumi itu adalah dirimu, wahai ukhtiku.

Ukhti..
Kau memiliki segudang prestasi yang begitu memesona. Kata-katamu yang indah, dapat menenggelamkanku dalam ketenangan. Kau adalah wanita penyebar cinta yang kumiliki. Lidahmu bergumam dengan lembut, suaramu halus seperti sutra. Dan, aku mencintaimu dengan cinta yang penuh kerinduan.

Ukhti..
Aku melihat dirimu penuh rasa percaya diri. Meskipun kini entah mengapa engkau terlihat lebih pendiam dari biasanya. Aku yakin, ukhti dapat menjadi ukhtiku yang dulu lagi. Ukhti yang penuh semangat, juga menjadi ukhtiku yang memiliki impian yang sangat membara!

Ukhti..
Jangan menangis! Jika ukhti merasa begitu kesepian, ingatlah bahwa ada aku disini. Aku akan selalu menjagamu dan memberimu sandaran. Air matamu adalah duri dalam batinku, jadi janganlah menangis! Kesepianmu, akan aku basuh dengan melodi cintaku padamu. Hingga engkau bisa tersenyum dan terjaga dari mimpi-mimpi pesimis yang menidurkan pikiranmu.

Ukhti..
Ketahuilah, bahwa ukhti memiliki impian yang jelas, ukhti kini tinggal bergerak! Dan memulai langkah demi langkah untuk mencapai cita-cita. Dan, sungguh cita-cita ukhti begitu tinggi. Aku salut padamu, wahai ukhtiku.

Ukhti..
Jika engkau butuh teman bicara, maka bicaralah denganku. Aku akan sangat ikhlas jika mampu mendengar keluh kesahmu. Menulislah di dadaku, tumpahkanlah kepedihan hatimu jika engkau merasa letih menjalankan semua langkah yang engkau strategikan untuk meraih impianmu. Sungguh wahai ukhtiku, aku akan selalu disini, disampingmu, dan akan terus menggenggam jemarimu dengan hangat, memberimu motivasi hidup, juga memberi pelukan penuh kasih sayang hingga engkau bangkit dari kesendirian.

Ukhti..
Aku tahu, jalanmu terlalu berat untuk dipikul. Jalanmu itu penuh duri, keraguan, air mata dan rintangan. Namun aku yakin, ukhti pasti bisa! Ukhti “pasti bisa” melangkah di jalan itu! Dan, aku yakin ukhti akan menemukan harta karun yang mewah ketika ukhti telah sampai di garis finish impianmu.

Ukhti..
Jangan mengeluh! Karena aku akan sangat sedih. Wajahmu yang manis, sangat tidak pantas dihiasi dengan keluhan, cercaan dan keputusasaan. Wajahmu yang teduh itu hanya pantas dilukis dengan semangat tinggi, motivasi hidup, dan keteguhan yang kokoh.

Ukhti..
Ingat! Jangan berhenti melangkah sampai garis finish.! Dan jika engkau lelah, beristirahatlah dulu sejenak di dalam pelukanku, menangislah jika engkau ingin. Aku akan mengelus rambut halusmu. Dan, mengecup pipimu. Memberi ketenangan hingga engkau bangkit. Dan berjalan lagi mendaki gunung cita-citamu. Ketahuilah wahai ukhtiku, bahwa engkau pasti bisa menggapai apa yang engkau cita-citakan.

Ukhti..
Jangan dengar suara- suara yang membuatmu putus asa! Tuli lah jika engkau mendengar kata-kata pesimis! Dan, bisu lah dari mengatakan kata-kata keluh kesah! Karena, aku akan sangat sedih jika ukhti melakukan hal itu.

Ukhti…
Kini, aku tengah merindukanmu! Aku disini, tengah menunggumu! Di puncak gunung impianmu, aku berdiri. Menanti kehadiranmu. Kemarilah.. Aku sungguh tak sabar! Berlalrilah wahai ukhtiku!

Ukhti…
Ingin sekali aku mengecup bibir merah jambumu. Memelukmu dan mengusap rambut halusmu. Tapi berhati-hatilah wahai ukhtiku. Jalan yang kau tempuh begitu banyak rintangan. Duri, lubang, hingga jebakan mematikan akan mengintaimu. Namun, aku sangat yakin. Cintamu padaku, akan menghantarkanku padamu. Kemarilah ukhtiku.. Bantulah aku menyentuh jemarimu. Aku ingin sekali mengusap pipimu. Bantulah aku mewujudkan impianku, untuk berjumpa denganmu.

Ukhti…
Sekarang, aku hanya bisa melihatmu dari tempat yang sangat jauh. Namun, karena keteguhan hatimu, juga semangatmu yang tinggi. Engkau tetap berjalan menuju tubuhku.

Ukhti…
Ingatlah bahwa aku akan selalu menyemangatimu. Jika ukhti sedih, kecewa dan putus asa, ingatlah diriku! Aku akan membantu mengusir kegundahan hatimu.

Ukhti…
Tetap tersenyumlah. Meskipun jalanmu terlalu sulit untuk di daki. Dan, tetap bersemangatlah.  Karena aku yakin, engkau akan memeluk tubuhku. Di suatu saat nanti. Salam rindu yang sangat dalam. Dari cita-citamu.

[Dari seorang sahabat]

Sabda Cinta

"Bahwasanya aku bersama hati dan ragaku menginginkanmu. Tidak satu wujud pun yang dapat menggantikanmu. Aku mungkin bukan yang terbaik untukmu, tapi juga bukan yang terburuk. Sampai kapanpun aku akan mencintaimu, tidak hanya hidupmu, matimu atau berbentuk abu pun, aku akan terus mencintaimu!"

"Bagaimana kalau tubuh ini rusak? Bagaimana kalau wajah ini menua? Bagaimana kalau raga ini lapuk? Bagaimana kalau diri ini tiada? Apakah kamu masih mencintaiku?"

"Sebab hanya Allah saja yang patut dicintai. Dia tidak rusak. Dia tidak menua. Dia tidak lapuk dan Dia tidak akan pernah tiada. Dia abadi!"
Hidup ini hanya sebentar saja, hanya sesaat saja. Tapi di waktu yang hanya sesaat itu, kita harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang kita perbuat. Aku, aku hanyalah gadis biasa yang memiliki tubuh fana. Cepat atau lambat aku akan mati! Dan ketika hari itu tiba, sedalam apapun cintamu kepadaku, pasti akan turut mati. Langsung memang tidak, tetapi perlahan itu pasti.

Kaca Yang Berdebu

Dia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti ia mudah retak dan pecah

Dia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu lembut membersihkannya
Nanti ia mudah keruh dan ternoda

Ia bagai permata keindahan
Sentuhlah hatinya dengan kelembutan
Ia sehalus sutera di awan
Jagalah hatinya dengan kesabaran

Lemah lembut kepadanya
Namun jangan terlalu memanjakannya
Tegurlah bila ia ada salah
Namun jangan lukai hatinya

Bersabarlah jika menghadapinya
Terimalah ia dengan keikhlasan
karena ia kaca yang berdebu
Semoga kau temukan dirinya
bercahayakan iman..

Make Up Muslimah

"..... dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dahulu.....". (Al-Ahzab : 33)

a.  Jadikanlah "Ghaddlulbashaar" (menundukkan pandangan) sebagai hiasan kedua mata kita. Niscaya akan semakin bening dan jernih.
b.  Biasakan sujud pada qiamul lail sebagai penghias kening kita. Niscaya semakin cerah aura kecantikan kita.
c.  Ciumlah keharuman Takwa agar hidung kita tampak lebih mancung dan menarik.
d.  Oleskan lipstick kejujuran pada bibir kita, pasti akan semakin manis.
e.  Rawatlah gigi kita dengan makanan yang halal, agar tetap putih cemerlang dan cantik berseri.
f.  Gunakan pemerah pipi kita dengan kosmetik yang terbuat dari rasa malu yang dijual di salon iman.
g.  Bedakilah wajah kita dengan air wudhu, niscaya akan lebih segar dan bercahaya hingga hari akhir.
i.   Rawatlah rambut kita dengan jilbab Islami untuk menghindari tumbuhnya ketombe pandangan laki-laki asing.
j.   Cucilah kepala kita dengan saripati al-Quran, niscaya akan tampil berwibawa dan simpatik.
k.  Pakailah giwang kesopanan pada telinga kita dan jauhilah suara maksiat agar lebih anggun dan menawan.
l.   Lingkarkan kalung kesucian dan kehormatan pada leher kita, niscaya akan semakin terjaga.
m. Ikatlah bagian dada dengan istiqamah dan sabar, sehingga terang dan lapang hati kita.
n.  Kencangkan ikat pinggang kita dengan aksesoris Islami shaum (puasa), tentu akan lebih langsing dan menarik.
o.  Hiasi tangan dengan kita dengan gelang dermawnan , cincin persaudaraan, serta cat kuku berwarna persahabatan.
p.  Jangan lupa mandi setiap hari dengan sabun istighfar dan mendirikan sholat agar tetap bersih. Maka insyaAllah semakin suci diri kita.


Adapun hadist yang menerangkan cara berdandan bagi kaum Adam: "Dandanan lelaki ialah yang tampak baunya dan tersembunyi warnanya. Sementara dandanan untuk kaum perempuan adalah yang tampak warnanya dan tersembunyi baunya." (HR. An Nasa'I dan at Tirmidzi)

Bunga dan Kupu-kupu

Seorang lelaki berdo'a kepada Allah agar diberikan bunga dan kupu-kupu. Namun, Allah mmberikannya kaktus dan ulat. Lelaki ini sedih,,  Tidak paham mengapa pemberianNya berbeda daripada permintaannya. Kemudian dia berfikir:  Bahwa Allah mempunyai terlalu banyak umatNya untuk diurusi. Hingga pada akhirnya,, Lelaki tadi memutuskan untuk tidak mempersoalkannya.

Selepas beberapa waktu,, Lelaki ini memikirkan semula permohonan doanya yang telah lama dilupakannya.  Lelaki ini amat terperanjat, Ketika melihat dari pokok KAKTUS yang buruk dan berduri itu, tumbuh BUNGA yang cantik. Dan dari ULAT yang terselubung, telah berubah menjadi KUPU-KUPU yang indah.

Allah selalu melakukan perkara yang benar. Cara Allah selalu cara yang terbaik, walaupun kelihatan semuanya salah. Jika kita memohon sesuatu dan menerima yang lain dari Allah, PERCAYALAH... Pasti Allah senantiasa memberikan apa yang dipinta pada masa yang sesuai. Apa yang kita pinta. Tidak selalu apa yang dibutuhkan!
Allah tidak akan gagal memenuhi permintaan. Teruskan berdoa tanpa ragu dan mengeluh. Duri hari ini. Adalah bunga hari esok.
Allah memberikan pilihan terbaik kepada mereka yang menyerahkan ketentuan kepadaNya..

Ujian Bikin Otak Encer?

Membahas tentang ujian, kebetulan anak-anak UI udah selesai UTS dan minggu depan udah ada yang mau mulai UAS. Dan pasti kalau tidak ujian, bagi mahasiswa seperti kita-kita ini yah sibuk sama tugas, LAGI. Teman-temen yang stres banget kalau denger kata "ujian" mendingan mulai dari sekarang usahakan deh suka sama yang namanya "ujian", kenapa? Ini dia jawabannya.

Kompas.com - Para ahli menemukan bahwa ketika seseorang menjalani ujian, otak akan mengumpulkan informasi dari sistem memori. Bahkan, otak justru lebih mudah mendata informasi yang berhasil dihimpun dibanding ketika proses belajar mengajar. Dengan kata lain, ujian justru akan meningkatkan daya ingat.

Menurut peneliti Kent State's Katherine Rawson, dalam otak kita terdapat informasi yang disebut "mediator". Mediator merupakan konsep, ide atau frase yang menghubungkan satu informasi ke informasi lain. Supaya mediator itu menjadi efektif, setiap ide dan konsep harus mudah diingat dan mudah tersambung dengan informasi yang coba diingat.

Dalam penelitian yang dilakukan Rawson, orang yang menjalani tes atau ujian memiliki daya ingat tiga kali lebih baik dalam mengingat materi pelajaran yang diberikan dibandingkan dengan orang yang tidak menjalani ujian.

"Ujian akan membuat mediator lebih mudah dipanggil dan membuat kita lebih mudah mengingat," kata Mary Pyc, peneliti yang terlibat dalam studi ini. Ia mengatakan, ujian yang dilakukan di kelas sangat membantu daya ingat siswa, namun para siswa sebaiknya juga melakukan ujian sendiri di sela waktu belajarnya.

Nah, UAS nanti, belajar dan ngerjainnya yang semangat yah temen-temen. :)